Masyarakat Kampung Naga, yang terdapat di antara Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Merupakan salah satu masyarakat yang dapat dikatakan berhasil dalam penerapan proses enkulturasi dan sosialisasi.
Masyarakat Kampung Naga ini sejak dahulu memiliki peraturan dan norma-norma yang ketat, dan itupun masih di jalani masyarakat sampai saat ini. Peraturan dan norma-norma yang ketat tersebut juga menyebabkan unsur-unsur budaya asing yang datang dari luar masyarakat mereka di saring dengan ketat. Aturan dan norma- tersebut mengharuskan masyarakat Kampung Naga untuk tidak menggunakan listrik. Kehidupan mereka sehari-haripun sengaja dipertahankan agar tetap sederhana, memasak dengan tungku dari tanah
liat, bertani di sawah, menyimpan padi dan beras di lumbung, dan hanya menggunakan lilin sebagai penerangan di rumah-rumah pada malam hari
Masyarakat Kampung Naga ini sejak dahulu memiliki peraturan dan norma-norma yang ketat, dan itupun masih di jalani masyarakat sampai saat ini. Peraturan dan norma-norma yang ketat tersebut juga menyebabkan unsur-unsur budaya asing yang datang dari luar masyarakat mereka di saring dengan ketat. Aturan dan norma- tersebut mengharuskan masyarakat Kampung Naga untuk tidak menggunakan listrik. Kehidupan mereka sehari-haripun sengaja dipertahankan agar tetap sederhana, memasak dengan tungku dari tanah
liat, bertani di sawah, menyimpan padi dan beras di lumbung, dan hanya menggunakan lilin sebagai penerangan di rumah-rumah pada malam hari

Posting Komentar